Membangun VPS WordPress 1: Memilih Server dan Sistem Operasi

Tulisan ini menyambung tulisan tentang VPS. Pada bagian 1 ini, saya akan membahas tentang server yang akan dipakai dan software-software apa saja yang akan dipakai.

Alasan kenapa blog WordPress memerlukan VPS adalah untuk mencapai loading blog yang cepat dan menampung beban trafik yang lebih berat daripada shared hosting. Apalagi, sekarang untuk membeli sebuah VPS tidak diperlukan biaya yang mahal. Dengan harga yang sama dengan shared hosting paket baby Hostgator kita sudah bisa membeli VPS DigitalOcean 1024 MB RAM.

Tenang saja, saya akan menunjukan bagaimana cara migrasi dari shared hosting ke VPS hosting.

So, Let’s have fun..

Kriteria VPS Hosting yang Dipakai

Memilih managed VPS atau managed Dedicated akan memakan biaya yang relatif lebih besar. Oleh karena itu saya merekomendasikan untuk memilih unmanaged VPS.

Baca: Unmanaged VPS vs Managed VPS.

Pada tutorial ini saya akan memakai VPS DigitalOcean yang bisa dibeli hanya USD 5 dollar saja. Tetapi saya juga memberikan beberapa alternatif VPS yang murah tetapi memiliki performa sangat bagus.

Baca: DigitalOcean vs RamNode vs CloudKilat

Server yang Digunakan

Kabar baiknya, jika kamu akan membangun VPS untuk pengunjung lokal (Indonesia), DigitalOcean adalah pilihan terbaik pada kategori performance/cost yang diberikan. Mereka memiliki lokasi Singapore yang sangat cepat diakses dari Indonesia.

Hal lain yang menjadi nilai tambah DigitalOcean, mereka memberikan DNS hosting secara cuma-cuma. Selain itu harga sewa VPS dihitung per jam, bukan per bulan.

Untuk membeli DigitalOcean, silahkan ikuti tutorial Cara Membeli VPS DigitalOcean.

Pada tutorial ini saya akan menggunakan DigitalOcean Singapore dan beberapa software lainnya:

  • Server host: DigitalOcean Singapore
  • OS: Debian 7 32bit
  • Web Server: Nginx
  • Database: MariaDB

Alasan saya memilih OS Debian 7 adalah penggunaan sumber daya yang lebih hemat dibanding OS lainnya (kecuali Debian 6). Saya tidak akan memakai Apache sebagai webserver, Nginx menjadi pilihan saya karena lebih cepat dan lebih ringan dibanding Apache, sedanglkan MariaDB memiliki update yang lebih baik daripada MySQL.

Jangan terburu-buru memakai RAM yang besar, kecuali kamu sudah tahu seperti apa kebutuhan kamu. Di sini saya akan memakai paket terhemat dari DigitalOcean.

DigitalOcean 1 – Memilih sumber daya
klik gambar untuk memperbesar

DigitalOcean 2 – Memilih lokasi server
klik gambar untuk memperbesar

DigitalOcean 3 – Memilih sistem operasi
klik gambar untuk memperbesar

Alternatif Server

Selain DigitalOcean, saya juga menyewa server lain. Dari banyak server yang pernah saya coba, yang memiliki support dan kinerja terbaik adalah RamNode dan CloudKilat.

RamNode

Halaman depan RamNode

RamNode adalah penyedia layanan unmanaged VPS yang berdiri sejak 2012. Mereka memiliki tiga lokasi Server, yaitu Atlanta, Amsterdam, dan Seattle. Saran saya pilih lokasi Seattle untuk membangun VPS dengan pengunjung Asia Timur/Asia Tenggara.

Harga yang ditawarkan RamNode lebih mahal sedikit dibandung DigitalOcean. Silahkan gunakan kode voucher LEB35 untuk mendapatkan potongan harga 35% di RamNode.

CloudKilat

Halaman depan CloudKilat

CloudKilat adalah penyedia layanan cloud dari Indonesia. Mereka memiliki beberapa produk selain VPS. CloudKilat menyimpan server mereka di IDC Duren 3 data center Jakarta. IDC Duren 3 adalah pusat internet di Indonesia, artinya website kita akan cepat diakses oleh pengunjung Indonesia.

Masalah clasik bandwidth internasional untuk hosting lokal tidak akan kamu temui di CloudKilat. Selain itu mereka juga memberikan penawaran CloudFlare Railgun seharga 200 USD secara cuma-cuma.

**

Setelah kita mendapatkan VPS, kita akan diberikan alamat IP. Nantinya alamat IP tersebut akan menjadi alamat dari blog kamu. Langkah selanjutnya adalah mengarahkan domain blog kamu ke alamat IP yang sudah diberikan tersebut.

Apakah satu alamat IP bisa dipakai banyak blog?

Pertanyaan ini sering saya terima. Meskipun kita memiliki satu VPS dan satu alamat IP, kita bisa menginstal lebih dari satu domain. Konsekuensinya sumber daya VPS tersebut dibagi-bagi.

Pada bagian 2 nanti, saya akan menunjukan bagaimana cara mengarahkan domain ke alamat IP VPS. Jadi, pastikan kamu untuk tidak ketinggalan, sok subscribe πŸ˜‰