≡ Menu

Konten Berkualitas dan SEO di Blog itu Seperti Apa Sih?

Konten Berkualitas SEO

Setiap blogger profesional menyebutkan bahwa konten berkualitas itu sangatlah penting. Konten adalah raja. Mereka sepakat bahwa di SEO yang menjadi pemenang adalah konten yang berkualitas.

Tetapi pertanyaannya adalah:

Seperti apa sih konten berkualitas itu?
Bagaimana google membedakan konten berkualitas dengan sampah?

Dan hampir semua blog yang saya baca jawabannya sama. Intinya konten yang berkualitas itu adalah konten yang disajikan untuk manusia.

Tetapi, saya sangat tidak puas dengan jawaban seperti itu. Saya yakin, pikiran saya sama dengan kalian. Saya ingin jawaban lebih jelas dan pasti.

Menulis Konten Berkualitas itu Sulit … ?

Pada masa-masa awal saya blogging, saya sangat bingung tentang apa itu konten yang berkualitas.

Saya berpikir menulis konten blog yang berkualitas itu sulit. Pertama, alasannya adalah saya harus tahu kompetisi konten yang akan dibuat. Kedua, waktu yang dibutuhkan tidak sedikit …

Lebih sulit lagi ketika konten tersebut harus SEO friendly juga.

Bayangkan. Berapa banyak waktu yang akan saya habiskan untuk membaca konten-konten kompetitor. Berapa banyak waktu yang akan dihabiskan untuk menganalisa key point yang ada.

Ya, waktu yg tidak sedikit. Untuk tahu kompetisi yang ada, tentunya saya harus membaca semua konten kompetitor. Selanjutnya saya harus membuat itu jadi lebih baik.

Apalagi banyak blogger menyebutkan jika konten yang berkualitas itu panjang-panjang (lebih dari 2000 karakter).

Saya menulis sekuat tenaga, sepanjang mungkin, dengan harapan menghasilkan konten terbaik. Tetapi, saya masih insecure apakah konten yang saya buat akan diapresiasi atau tidak.

Mengingat masa-masa itu, seketika saya rasanya ingin menyerah saja menjadi Blogger.

Cara Saya Menulis Konten Berkualitas

Lagi-lagi, saya sangat bersyukur telah menulis blog dari 2008 …

… Sekarang saya tahu betul bagaimana saya harus menulis konten berkualitas. Saya ada ketika Google update algoritma SEO ke Penguin dan Panda tahun 2011. Saya melihat sendiri bagaimana algoritma tersebut mengubah persepsi tentang konten berkualitas.

Saya telah mengalami try and error untuk membuat konten berkualitas.

Pengalaman saya, menulis konten yang berkualitas itu tidak sesulit itu. Saya tidak setuju dengan pernyataan jika menulis konten berkualitas itu harus detail, panjang-panjang, atau lebih dari 2000 karakter …

… Kenyataannya menulis konten berkualitas tidak harus detail, panjang-panjang, atau lebih dari 200 karakter.

Mostly, waktu yang saya butuhkan untuk menulis konten berkualtas relatif lebih sedikit dan lebih efisien. Karena memang kebutuhan pembaca yang menyukai konten simpe dan to the point.

Don’t get me wrong tho.. Kamu boleh menulis konten yang dalam dan mendetail. Karena terdapat beberapa konten yang jelek jika disajikan secara simpel dan to the point, seperti konten tutorial dan list.

Lalu, bagaimana cara menulis konten berkualitas itu?

Saya akui bahwa jebakan menulis konten berkualitas yang keliru memang tidak bisa dihindari. Apalagi jika kamu baru memulai blogging. Itu juga yang terjadi pada saya.

Ingat ini:

Ukuran kualitas konten itu tidak dihitung berdasarkan seberapa banyak karakter yang kamu tulis. Seberapa detail artikel yang kamu tulis.

Dengan modal dan pengalaman seadanya, kamu tidak akan pernah bisa mengalahkan tulisan-tulisan seperti wikipedia atau blog-blog yang memiliki modal besar.

Web seperti Wikipedia dan blog dengan modal besar memiliki resource yang kuat untuk menulis konten. Resource seperti images stock, penulis yang banyak, atau riset-riset untuk mendukung tulisan mereka.

Kabar baiknya, kamu bisa mengalahkan wikipedia atau blog-blog yang memiliki modal tinggi dengan tulisan yang original dan unik.

Jadi, tulisan yang original dan unik itu seperti apa?

Tidak banyak blogger yang sadar. Bahwa tidak semua orang memerlukan informasi yang sangat detail seperti wikipeida atau blog-blog dengan modal besar itu …

Kebanyakan orang mencari jawaban simpel dari masalah mereka.

Hormatilah waktu pembaca blog dengan cara menyajikan konten yang simpel dan mudah dipahami.

Ketika membuat konten blog, jangan pernah berpikir berapa banyak kata yang harus ditulis. Atau harus berapa banyak seri artikel yang bisa dibuat. Kamu hanya perlu berpikir seberapa original dan membantu tulisan yang kamu buat.

Konten berkualitas bukan tentang kuantitas, tetapi tentang seberapa besar impact dari tulisan.

Opini, Original, dan Impact

Bagaimana saya tahu bahwa tulisan yang akan saya buat itu original dan bisa membantu calon pembaca?

Tulisan original datang langsung dari pemikiran kamu. Kamu pastinya punya ide atau opini tentang suatu masalah. Sudut pandang kamu tentang masalah itu yang akan kamu tulis. Dan itu pasti original dan unik.

Pengalaman saya, pembaca selalu menghargai tulisan dengan sudut pandang original.

Selanjutnya, untuk tahu seberapa membantu tulisan. Itulah perlunya keyword research. Tujuan dari keyword research adalah untuk mengetahui apa yang calon pembaca butuhkan.

Kamu tidak semata-mata menulis konten. Kamu juga harus tahu dari mana calon pembaca datang. Keyword apa yang mendatangkan mereka.

Gunakan tools favorit kamu untuk melakukan keyword research. Dengan melakukan keyword research secara tidak langsung kamu juga akan membuat tulisan yang SEO friendly.

Pada akhir tulisan, tanyakan apakah tulisan yang kamu buat sudah membantu mereka. Jika belum, perbaiki dan perbaiki lagi sampai memenuhi kebutuhan mereka.

Minta pendapat pada teman yang tepat tentang tulisan yang kamu buat. Atau kamu bisa email tulisan tersebut pada blogger yang lebih senior.

Posisikan diri Sebagai Audience

Cara lain untuk mengetahui seberapa membantu tulisan adalah memposisikan diri kamu sebagai calon pembaca.

Bagaimana caranya?

Simpel, sebelum mem-publish tulisan. Baca tulisan yang kamu buat terlebih dahulu. Dari sana, saya yakin kamu pasti akan menemukan kerancuan dan gramatical error.

Jika kamu rasa tulisan tersebut masih bertele-tele, potong tulisan tersebut. Buat jadi lebih simpel dan mudah dimengerti.

Ngomong-ngomong soal tulisan bertele-tele, saya tekankan berkali-kali karena banyak blogger yang terjebak dengan hal ini.

Kesimpulan

Konten berkualitas bukan tentang seberapa banyak kata yang bisa kamu rangkai.

Bukan pula seberapa detail tulisan yang kamu buat.

Konten berkualitas adalah tentang impact dan seberapa membantu tulisan bagi pembaca. Buat tulisan se-simpel dan se-mudah dimengerti mungkin. Hindari tulisan yang bertele-tele.

Saya yakin kamu juga memiliki sudut pandang berbeda, jangan ragu untuk menyempaikan pendapat kamu. Saya sangat menghormati setiap pendapat pembaca blog ini. Shoot it!

{ 0 comments… add one }

Leave a Comment