Akhirnya, Pabelog Pindah ke Qwords Hosting (Honest Review)

Ya, pabelog.com sudah pindah hosting ke Qwords Hosting. Seperti yang saya tulis sebelumnya, saya mulai memikirkan memotong biaya hosting.

Sesuai post itu, terdapat tiga alternatif yang saya pikirkan. Hawkhost, Stablehost, dan Qwords. Pada akhirnya pilihan pun jatuh ke Qwords Hosting.

Kenapa saya memilih Qwords Hosting dibanding Hawkhost atau Stablehost?

Ada 3 pertimbangan yang saya pakai dalam memilih hosting. Pertama adalah dari sisi pembaca blog. Kedua dari sisi teknis. Ketiga adalah harga.

Pertama. Kenyamanan Pembaca

Selama 8 tahun blogging, saya menyadari bahwa menentukan hosting adalah hal krusial yang tidak boleh salah …

… Pembaca blog adalah calon pelanggan, sebisa mungkin blogger harus menyediakan tempat paling nyaman untuk dibaca. Tidak mustahil jika dapat memberikan kenyamanan akan terjadi konversi.

Poin pertama yang membuat pembaca nyaman adalah kecepatan akses blog. Sebagus apapun tulisan blogger, percuma jika blog tersebut lambat atau setidaknya sulit diakses.

Sebuah riset yang dilakukan neilpatel.com menunjukan bahwa 25 % pembaca tidak jadi membaca karena kecepatan akses blog yang lambat setiap 4 detik.

Bounce rate vs. Kecepatan Loading

Bounce rate vs. Kecepatan Loading

Apalagi, sekarang adalah era mobile. Di mana kecepatan adalah segalanya. Calon client kita mungkin saja datang dengan koneksi lebih buruk dari 3G.

Data Center di Jakarta & Surabaya

Faktor pertama yang membuat blog loading cepat adalah latensi yang sangat kecil.

Apa yang membuat latensi sangat kecil?

Semakin dekat server dengan pembaca blog, semakin kecil pula latensi yang didapat.

Untuk melakukan tes latensi, tools yang diperlukan hanyalah ping. Kita bisa melakukannya dengan perintah ping -{nama_domain}

Domain Qwords: 103.28.12.83
Domain Hawkhost: sng.hawkhost.com
Domain Stablehost: sin-speed.stablehost.com

Berikut adalah hasil dari ping test domain di atas:
103.28.12.83:

64 bytes from 103.28.12.83: icmp_seq=0 ttl=58 time=20.019 ms

sng.hawkhost.com:

64 bytes from 198.252.101.249: icmp_seq=0 ttl=52 time=35.388 ms

sin-speed.stablehost.com:

Request timeout for icmp_seq 0

Lihat, Qwords memiliki waktu ping paling kecil, selanjutnya Hawkhost. Untuk Stablehost tidak bisa dilakukan tes.

Karena target pembaca saya adalah Indonesia, data center Singapura dan Jakarta saya jadikan alternatif. Hasil latensi tidak berbohong, data center Jakarta memiliki latensi yang lebih kecil.

Peering Bandwidth

Apa yang membedakan internet lokal dan internet luar?

Jawabannya adalah peering bandwidth. Internet lokal sederhananya adalah jaringan LAN dari Indonesia. Begitupun internet luar. Karena ada pada satu jaringan lokal, maka kecepatannya jauh lebih cepat.

Tidak banyak yang tahu bahwa internet di Indonesia memiliki dua jaringan. IIX dan OpenIXP. Kamu bisa membaca detailnya di sini. Nah, Qwords Hosting terdaftar sebagai kedua member internet exchange tersebut.

Keuntungan dari terdaftarnya langsung jaringan OpenIXP dan IIX adalah web kita bisa langsung diakses dari ISP lokal. Dan setiap ISP lokal terdaftar antara di OpenIXP atau IIX.

Berbeda dengan jaringan luar, katakanlah jaringan Eropa. Jika kita mengakses dengan ISP lokal yang tidak terdaftar langsung dengan jaringan Eropa, maka ada beberapa titik yang harus dilalui sampai langsung mengakses jaringan Eropa.

Itupun jika ISP tersebut terhubung ke ISP luar yang memiliki jalur ke Eropa. Jika tidak? tentunya tidak bisa akses jaringan Eropa tersebut.

Dan peering ke OpenIXP dan IIX ini yang tidak dimiliki Hawkhost dan Stablehost.

Kedua. Kualitas Teknis

Spec dari hosting Hawkhost, Stablehost, dan Qwords sebetulnya tidak jauh berbeda. Apa yang mereka sediakan sangat standar, seperti cPanel, SSD storage, LiteSped, Unlimited Bandwidth, dll.

Di Qwords saya memakai hosting High Performance Cloud Hosting + 1 CPA. Paket High Performance Cloud Hosting sebanding dengan paket bisnis yang ada di Hawkhost atau Stablehost.

Lalu spec apa yang bisa kita bedakan?

Acceptable Use Policy

Untuk memilih shared hosting, jangan pernah tertipu dengan kata-kata Unlimited. Batasan sesungguhnya ada pada acceptable use policy. Biasanya batasan ini terletak pada CPU Usage, Memory Usage, Entry Process, dan Innode.

Qwords Hosting
CPU Usage: 2.5 Core
Memori Usage: 2.5 GB
Storage: 7 GB SSD
Entry Process: 60
Innode: 110.000

Hawkhost Hosting
CPU Usage: Fair usage policy
Memori Usage: Fair usage policy
Storage: Unlimited SSD
Entry Process: 20
Innode: 500.000

Stablehost Hosting
CPU Usage: 1 Core
Memori Usage: Fair usage policy
Storage: Unlimited SSD
Entry Process: 25
Innode: 250.000

Jika kamu login ke cPanel kamu akan melihat Entry Process, Innode, Memory Usage, dan CPU Usage.

Entry process adalah bisa diartikan berapa banyak script yang bisa dijalankan pada waktu bersamaan pada hosting tersebut.

Innode adalah berapa banyak N file yang bisa kamu host di hosting tersebut.

Memory Usage adalah seberapa banyak RAM yang bisa kamu gunakan dalam hosting tersebut. Satuan RAM ini bisa % atau GB.

Untuk lebih detail tentang istilah-istilah teknikal pada shared hosting, kamu bisa membacanya Shared Hosting Limits Explained.

Dari perbandingan di atas, jelas bahwa meskipun Qwords hosting kalah di semua lini. Qwords hosting memberikan sumber daya komputasi paling tinggi, seperti CPU dan Entry Process. Padahal, untuk shared hosting yang paling penting adalah jaminan sumber daya komputasi.

Service Level Agreement

Service Level Agreement (SLA) adalah perjanjian antara pihak hosting dan pelanggan mengenai layanan yang akan diterima. Biasanya dihitung dari jaminan uptime hosting dikali uang kembali. Semakin kecil uptime makan uang kembali yang diterima semakin besar.

Tipsnya adalah: jangan pernah percaya hosting memberikan uptime 100 %. Yang ada selalu perhatikan apakah mereka memili SLA atau tidak. Jelas, jika hosting tersebut tidak memiliki SLA, abaikan saja. Jangan pernah memilih hosting yang tidak memiliki SLA.

Nah berikut ini adalah SLA untuk Hawkhost, SLA Stablehost, dan SLA Qwords.

Ketiga. Harga

Sebelum saya pindah ke shared hosting. Saya memakai managed WordPress dari Cloudways. Harga yang saya bayarkan setiap bulannya kurang lebih 20 USD atau sekitar Rp. 280k,-.

Untuk menekan biaya. Saya memutuskan untuk pindah ke shared hosting. Dengan catatan harga yang shared hosting ini harus jauh lebih kecil dari hosting sebelumnya.

Oh ya, di hosting ini. Saya menghost 3 domain sekaligus.

Hawkhost Hosting
Harga shared hosting Hawkhost memang sangat murah. Dengan kualitas yang bagus. Saya sudah menggunakan Hawkhost dari 2012 sampai sekarang.

Bagaimana pun juga, dari sisi pertimbangan harga Hawkhost menang. Dengan rentang harga 3 USD – 8 USD atau sekitar Rp. 42k,- sampai Rp. 112k,-. Belum lagi dipotong promo.

Stablehost Hosting
Harga yang ditawarkan Stablehost tidak jauh berbeda dengan HawkHost. Rentang harga 3.5 USD – 7.5 USD atau sekitar Rp. 49k,- sampai Rp. 105k,-.

Qwords Hosting
Dengan harga kisaran harga Rp. 40k,- sampai Rp. 112k,- Qwords hosting memberikan banyak alternatif. Tetapi yang paling menarik adalah paket hosting High Performance Cloud Hosting.

Saya memakai High Performance Cloud Hosting + 1 CPA untuk blog ini. Harga normalnya adalah Rp. 125k,-. Tetapi saya mendapatkan harga yang lebih murah promo potongan harga 40%. Ditambah pajak, harga yang saya bayarkan per tahun adalah Rp 900k,-.

So, Kenapa Qwords?

Dari ketiga pertimbangan di atas. Jelas bahwa Qwords hosting saat ini adalah hosting paling tepat untuk Pabelog. Dari pertimbangan kenyamanan pembaca, spec teknikal, dan juga harga …

… Jika teman-teman blogger memiliki pendapat lain, berikan komentar di sini.

{ 2 comments… add one }
  • Syafiq 05/07/2018, 10:33 am

    Hi mas Nadiar

    Kebetulan saya juga lagi cari hosting baru, pas banget paket habis bulan depan. Dua tahun di Niagahoster tidak ada maslah sebenarnya, tapi seru juga kalau cari pengalaman baru di hosting lain.

    Btw, tadinya saya mengincar Hawkhost, keliatannya banyak yg rekomendasiin dan reviewnya lumayan bagus. Tapi baca artikel ini sya jadi mau memprioritaskan hosting dengan server Indonesia aja kyknya. Qwords yah? Hmm, SSD + Litespeed ok kyknya nih.

    • Nadiar AS 05/07/2018, 11:50 am

      Hawkhost bagus. Tetapi kalau target audience nya lokal, pertimbangkan hosting lokal juga. Kalau saya untuk menentukan hosting 3 pertimbangan itu. Kenyamanan pembaca, spec teknikal, dan harga.

      Pengalaman saya, cons nya dari hosting lokal biasanya harganya yg sedikit mahal dan/atau support yang kadang2 gak nyambung.

      Btw, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. 🙂

Leave a Comment