Formula Menulis Judul Blog Persuasif! + Mendatangkan Ribuan Pengunjung Perhari

Judul pada sebuah tulisan sangat penting, karena judul yang menarik, orang akan terdorong untuk membaca tulisannya.

Judul yang menarik akan menjual tulisan sang penulis, tidak peduli medianya apa saja, bisa mesin pencari, media sosial, atau media offline sekalipun seperti koran.

Kecenderungan orang membaca judul sangat besar, menurut QuickSprout 8 dari 10 orang tertarik membaca headline judul dan hanya 2 orang saja yang akan membaca seluruh tulisannya. So, untuk membuat 6 orang sisanya tertarik membaca, maka perlu judul yang menjual.

Itu sebabnya, kenapa kemampuan menulis judul sangat vital, judul haruslah persuasif agar mendorong 8 orang tadi tertarik membaca seluruh tulisannya.

Nah, tidak mengejutkan jika kemampuan menulis judul ini sangat mahal. Di media sosial, fenomena judul yang persuasif ini banyak digunakan untuk membuat konten menjadi viral atau bahkan digunakan untuk kepentingan politik.

Ok, setelah kita tahu bagaimana pentingnya sebuah judul. Kabar baiknya pada tulisan pertama ini, saya akan membahas segamblang mungkin bagaimana judul begitu sangat vital dan bagaimana kita membuat judul yang menarik banyak pengunjung.

Rahasia Trafik Mesin Pencari vs. Trafik Media Sosial

Ada satu hal yang wajib kita ketahui untuk menulis judul blog yang menarik, saya akan jelaskan. Cara ini jarang diketahui kebanyakan blogger dan selalu menjadi senjata rahasia saya dalam menulis judul yang mendatangkan pengunjung.

Trafik pada sebuah blog biasanya datang dari mesin pencari atau media sosial. Judul blog yang mendatangkan pengunjung, berbeda antara untuk mesin pencari dan sosial media.

Untuk mesin pencari kita berusaha agar blog yang kita kelola tampil above the flood hasil pencarian. Semakin tinggi posisi blog, semakin tinggi CTR. Nah, untuk mendapatkan posisi tersebut, selain konten yang bagus juga yang harus kita maksimalkan adalah kata kunci yang kuat dan tepat dengan query pencarian pengunjung.

Gambar diambil dari moz.com.

Persen CTR terhadap posisi hasil pencarian (SERP). Gambar diambil dari moz.com.

Sedangkan untuk media sosial sangat berbeda dengan mesin pencari. Media sosial tidak peduli dengan isi konten, untuk mendapatkan CTR tinggi media sosial, sebisa mungkin agar judul tersebut bisa menarik perhatian dan viral. Judul untuk media sosial biasanya didesain sedimikian rupa agar bombastis dan kontroversi.

Trafik yang berasal dari mesin pencari disebut dengan trafik organik.

Karena mesin pencari peduli dengan isi konten sedangkan media sosial tidak, itulah alasan kenapa trafik organik bisa berharga lebih mahal. Ini juga alasan kenapa blog/web yang hanya memanfaatkan media sosial sebagai sumber trafik biasanya memiliki konten yang kurang baik (bahkan seringkali kebanyakan iklan daripada konten).

Bagaimana jika kita bisa membuat konten sebaik untuk mesin pencari, tetapi dengan judul yang berbeda antara untuk mesin pencari dan untuk sosial media. Untuk apa? tujuannya jelas, untuk memaksimalkan kedua sumber trafik tersebut.

Nah senjata rahasia yang saya maksudkan adalah itu, saya mendesain judul yang berbeda antara untuk mesin pencari dan untuk media sosial, tetapi tetap berusaha membuat konten sebaik untuk mesin pencari. Kebanyakan blogger biasanya tidak membedakan mana judul untuk mesin pencari mana judul untuk media sosial.

Judul untuk SEO vs. Judul untuk Media Sosial

Untuk memaksimalkan CTR keduanya, judul blog wajib berbeda antara untuk mesin pencari dan media sosial. Saya kasih contohnya di bawah.

Judul yang dimaksimalkan untuk SEO

Judul yang dimaksimalkan untuk SEO dibuat padat dan jelas.

Judul yang dimaksimalkan untuk viral

Judul yang dimaksimalkan untuk media sosial dibuat se-persuasif mungkin.

Sadar nggak bedanya dimana?

Bedanya jelas, untuk judul yang dimaksimalkan SEO, panjang karakternya wajib kurang tidak lebih dari 65 karakter, padat dan jelas. Sebaliknya untuk konten yang dimaksimalkan untuk media sosial, karakter tidak dibatasi dan judul dibuat se-persuasif (bisa disengaja ambigu dan tidak jelas).

Nah, judul-judul untuk media sosial memang dibuat seheboh mungkin. Judul untuk media sosial di-desain sedemikian rupa untuk memperoleh engagement tinggi. Lihat deh judul-judul politik atau SARA akhir-akhir ini di media sosial, biasanya mereka memakai trik ini.

Judul bisa memberikan framing positive atau framing negative, sesuai audience yang ditargetkan.

Selain target audience tentunya, yang membuat suatu konten viral di media sosial adalah tingkat kelucuan tulisan. Semakin lucu, tulisan cenderung akan semakin viral.

Optimasi Judul untuk SEO

Beberapa hal yang wajib diperhatikan jika akan mengoptimalkan judul untuk SEO adalah kata kunci, yaitu harus padat dan jelas.

Panjang Karakter Sangat Penting: SEO Title

Menurut Moz, panjang karakter yang dianjurkan untuk SEO title adalah 50-60 karakter. Saya sendiri tidak terlalu kaku, saya bisa menulis judul sampai 65 karakter panjangnya.

Judul lebih dari 60 karakter. Judul dipotong.

Judul lebih dari 60 karakter. Judul dipotong.

Hal buruk jika judul terlalu panjang adalah dipotongnya judul di hasil pencarian mesin pencari.

Judul yang kurang dari 60 karakter, padat, mengandukng keyword ("Formula Judul SEO"), dan jelas.

Judul yang kurang dari 60 karakter, padat, jelas, dan disipkan kata kunci “Formula Judul SEO“.

Terdapat Kata Kunci, Padat, dan Jelas

Banyak faktor yang membuat suatu halaman blog/web bisa mendapat posisi teratas SERP. Selain konten tentunya, yang tidak kalah penting adalah judul yang tepat dengan query pencarian.

Best Practise untuk penulisan kata kunci pada judul untuk SEO adalah pada awal judul. Hindari juga penulisan kata kunci berlebih.

Optimasi Judul untuk Media Sosial

Best practise untuk optimasi judul media sosial bisa banyak, tidak seperti SEO yang simple. Jika judul SEO ditujukan untuk mesin, judul untuk media sosial ditujukan untuk menarik perhatian manusia. Optimasi judul untuk media sosial sebisa mungkin memainkan emosi pembacanya.

Kontroversi

Sudah berapa banyak judul kontroversi yang kita baca? saya yakin banyak. Apalagi paska pemilu 2014. Saya sering menemukan judul kontroversi jenis ini yang memiliki isi yang berbeda dengan kontennya.

Berikut contoh judul-judul yang pernah hot di media sosial:

Judul ini memakai trigger word sekaligus kalimat yang kontroversi.

Judul sangat persuasif untuk diklik dan kontroversi.

Judul kontroversi karena seolah-olah valid.

Jika diperhatikan lebih, judul-judul tersebut memang dibuat sedemikian rupa untuk memainkan emosi pembacanya. Intinya bagaimana caranya agar memiliki engagement tinggi.

Gunakan Trigger Words!

Trigger dalam bahasa Indonesia adalah pemicu. Trigger words dalam konteks ini adalah kata-kata yang memicu pembacanya untuk melakukan suatu event (like, comment, share). Judul-judul yang memakai trigger words biasanya memakai tanda seru atau kalimat perintah seprti “Sebarkan!”, “Klik amin!”, dll.

Contoh judul dengan trigger words:

Kata "Allohu Akbar!!!" di sini adalah trigger word.

Kata “Allahu Akbar!!!” di sini adalah trigger word.

Trigger Word

Trigger Word

Gunakan Angka

Jangan lupakan juga penggunaan angka pada judul. Terkadang apa yang ingin dilihat pembaca adalah angka, efesiensi. Harapannya dari sederet angka tersebut, terdapat salah satu yang dapat mewakili keinginan pembaca.

Jika digunakan untuk SEO, penggunaan angka ini akan memaksimalkan CTR SERP juga.

SEO title yang menggunakan angka dalam judul.

SEO title yang menggunakan angka dalam judul.

Hindari juga penggunakan kata “hal” jika memakai angka. Sebaiknya gunakan kata yang konkrit yang seolah-olah memberikan janji.

Contoh:

Buruk: 10 Hal yang Jangan Dilakukan di Bali jika Ingin Liburan Mu Menyenangkan.
Baik: 10 Pelajaran yang Jangan Dilakukan di Bali jika Ingin Liburan Mu Menyenangkan.

Contoh judul di atas memakai angka, negative word, dan janji.

Ada Kata-Kata Negative

Grammarly mengartikan negatives sebagai berikut:

Some sentences are written to convey an affirmative or negative connotation in order to influence or persuade a reader. Specific words are chosen to construct this affirmative or negative tone. The words purposely chosen to express a negative idea are sometimes referred to as a negation.

Dalam SEO marketing, salah satu cara untuk memaksimalkan CTR adalah dengan memakai negative words. Di sosial media, negative words juga cukup ampuh untuk meningkatkan engagement.

Berikut adalah contoh-contoh judul yang menggunakan negative words:

Hanya menggunakan negative words.

Hanya menggunakan negative words.

Memakai negative word dan angka/

Memakai negative word dan angka.

Memakai negative words, negative framing, dan kontroversi.

Memakai negative words, negative framing, flaming, dan kontroversi.

Disadari atau tidak, contoh-contoh judul dengan negative word di atas memiliki CTR dan engagement yang cukup baik.

Gunakan Kata Tanya Khususnya Kenapa (Why) dan Bagaimana (How)

Kata “Kenapa” dan “Bagaimana” termasuk juga trigger word. Entah kenapa kata “Kenapa” dan “Bagaimana” memang cukup ampuh untuk menarik perhatian pembaca. Saya sering menggunakan judul dengan jenis ini, dan hasilnya memang cukup bagus baik dari sisi CTR maupun engagement.

Contoh pertanyaan yang merupakan judul.

Contoh penggunaan kata tanya pada judul.

Buat Sebuah Janji

Trik yang cukup ampuh yang tidak bisa ditolak pembaca adalah janji. Gunakan janji pada judul sebuah tulisan, contoh “Begini cara olah raga untuk menurunkan berat badalan 3 kg dalam 7 hari.

Dalam menggunakan janji, usahakan sebisa mungkin untuk tegas dan tidak over-promising.

Oh ya, judul tulisan ini juga menggunakan janji loh!

Formula Dasar Judul Persuasif

Formula yang saya tulis di bawah adalah formula umum yang sering digunakan banyak penulis konten. Formula ini saya daatkan dari Neil Patel, penulis SuickSprout.com.

Formula:

Angka atau Trigger Word + Kata Sifat + Kata Kunji + Janji

Contoh:

  • Buruk: 10 Tas Mewah dengan Harga Murah
    Baik: 10 Tas Mewah Berharga Murah yang Membuat Penampilan 2x Lebih Stylish
  • Buruk: Cara Diet Efektif Turunkan Berat Badan
    Baik: Stop! Cara Diet Lama tidak Efektif, Inilah Cara Diet Efektif Turun 1 Kg Sehari
  • Buruk: Cara Mendatangkan Trafik Tanpa SEO
    Baik: Bagaimana Mendatangkan Trafik 1 Juta dalam Satu Hari Tanpa SEO

Forumla di atas tidak baku, kita bebas memodifikasi sesuai makna dan tujuan yang hendak dicapai, tetapi dengan tetap memerhatikan hal-hal penting seperti yang saya tuliskan di atas.

Cara Membedakan Judul SEO dan Judul Media Sosial pada Blog

Setelah kita tahu bagaimana pentingnya sebuah judul, bagaimana perbedaan judul yang dioptimalkan untuk SEO dan judul yang dioptimalkan untuk media sosial. Lalu bagaimana cara membuat agar judul tersebut tampil berbeda? Saya memakai plugin YOAST SEO untuk memaksimalkan keduanya.

YOAST SEO - Optimasi Judul Untuk Mesin Pencari

YOAST SEO – Optimasi judul untuk mesin pencari

YOAST SEO - Optimasi Judul Untuk Media Sosial

YOAST SEO – Optimasi judul untuk media sosial

Plugin YOAST SEO menyediakan field untuk mengganti SEO title dan Facebook title.

**

Nah, meskipun konten tidak begitu bagus, tidak begitu valid, jika judul yang ditulis bisa menarik banyak perhatian, bukan tidak mungkin blog akan mendapatkan banyak pengunjung.

Inilah rahasia kenapa konten yang disebarkan melalui media sosial sifatnya hit and run. Judul seperti itu bukan tidak disengaja dibuat kontroversial atau mungkin ambigu, tetapi memang tujuannya untuk mencari perhatian. Semakin banyak perhatian, semakin banyak pengunjung datang, semakin banyak pengunjung, semakin banyak pula revenue sang blogger.

Nah menurut kaloan, bagaimana dengan blogger yang mencari revenue dari menulis judul yang kontroversial?

{ 1 comment… add one }
  • Bagus 18/12/2017, 5:43 am

    Artikelnya informatif, menambah pengetahuan saya dalam hal blogging. ternyata judul sangat menentukan posisi ranking artikel. Selama ini saya membuat judul polos saja, ada dua kata atau tiga kata dan ada pula yang panjang. Untuk blogspot judul yg panjang ini kenapa ya URLnya hanya muncul sebagian, URL tidak tampil utuh seperti judul yang dibuat. Jadi untuk blogspot sepertinya kurang maksimal untuk menempatkan kata kunci yg padat untuk judulnya. Mohon petunjuknya, apakah judul artikel yg sudah terindeks bisa kita rubah kembali semenarik mungkin, apakah hal ini berpengaruh terhadap blog, terima kasih.

Leave a Comment