Cara Install Plugin WordPress dengan Mudah

Cara install WordPress

Plugin adalah sebutan untuk ektensi di WordPress. Fungsi plugin di WordPress adalah untuk menambah atau memperbaiki fungsionalitas yang sudah ada.

Saat ini, WordPress memiliki lebih dari 50 ribu plugin yang tersedia di repositori mereka. Plugin tersebut bisa digunakan secara cuma-cuma. Dalam arti harga plugin tersebut adalah gratis.

Untuk mencari apa saja plugin yang terdapat pada WordPress, kamu bisa mencarinya di https://wordpress.org/plugins/.

Tiga Cara Install Plugin WordPress

Terdapat tiga cara meng-install plugin di WordPress. Pertama melalui install langsung dari dashboard kamu. Kedua upload ke WordPress menggunakan plugin uploader, terakhir menggunakan FTP.

Cara Install Plugin WordPress Melalui Dashboard

Cara pertama murpakan cara yang paling mudah. Di contoh ini, saya ingin install plugin yang dapat mempercepat loading blog. Saya melakukannya dengan menginstall plugin litespeed cache.

Caranya, masuk ke menu Plugins > Add New > “Cari plugin” > Klik “Install Now” > Klik “Activate”:

Masuk ke menu plugin

Plugins > Add New

Selanjutnya, pada pojok kiri atas, terdapat form pencarian. Masukan nama plugin yang akan di-install. Beberapa saat kemudian, WordPress akan menampilkan plugin-plugin yang sesuai dengan query pencarian.

Cara install plugin di WordPress

Klik Install now untuk menginstall plugin.

Pliih plugin yang dikehendaki, klik install. Setelah berhasil install, tombol install akan berubah menjadi tombol activate. Klik activate untuk aktivasi plugin.

Setelah berhasil install plugin, plugin biasanya akan menambah menu baru pada WordPress.

Kamu juga bisa melihat detail plugin seperti kompatibilitas, fungsi, dan screen shoot dengan cara klik nama plugin tersebut.

Cara Install Plugin WordPress Melalui Uploader

Cara kedua adalah instalasi melalui uploader. Cara ini relatif sama. Kamu harus download plugin dari repo WordPress. Plugin yang di-upload berbentuk berkas .zip.

Litespeed Cache WordPress Page

Contoh: masuk ke repo WordPress (saya https://wordpress.org/plugins/litespeed-cache/) klik download

Masuk ke Plugins > Add New. Pada bagian kiri atas klik tombil “Upload Plugin”. Selanjutnya kamu akan dibawa ke halaman uploader seperti di bawah:

Halaman plugin uploader

Halaman plugin uploader

Plih plugin yang akan di-upload, lalu klik “Install Now”. Beberapa saat kemudian WordPress akan menginstall plugin tersebut. Setelah selesai, WordPress akan menampilkan pilihan aktivasi. Klik “Activate” untuk aktivasi.

Aktivasi Plugin WordPress

Klik “Activate Plugin” untuk aktivasi plugin.

Cara Install Plugin Melalui FTP

Opsi ketiga biasanya digunakan jika cara pertama atau kedua gagal. Melalui FTP kamu masih bisa install plugin.

Pertama, download plugin yang dikehendaki seperti pada langkah kedua.

Untuk upload melalui FTP, saya menggunakan FileZilia . Di FileZilia, Masuk ke menu File > Site Manager > Klik “New Site”. Ikuti langkah sesuai gambar di bawah:

Cara konek FTP

Data login FTP biasanya kamu dapatkan di-email saat mendaftar hosting.

Selanjutnya, di window FileZilia. Di bagian kiri adalah bagian browser untuk komputer lokal. Di bagian kanan adalah browser untuk server. Pilih plugin yang akan di-upload di bagian kiri. Selanjutnya dibagian kanan, cari folder wp-content > plugins.

FTP folder

Unzip plugin yang sudah di-download. Klik kanan plugin yang akan di-upload (yang sudah di-unzip). Lalu pilih menu Upload.

Klik kanan, pilih upload

Unzip plugin yang sudah di-download. Klik kanan, lalu pilih upload.

Tunggu beberapa saat sampai plugin berhasil di-upload. Kembali ke dashboard WordPress. Di halaman plugin, akan ada plugin yang baru di upload. Klik “Activate” untuk aktivasi.

Yang Harus Diperhatikan Sebelum Install

Plugin memang membantu blogger menambah kemampuannya. Dengan plugin blogger tidak perlu kustomisasi blog dengan cara yang kompleks. Tetapi, sebelum install plugin ada baiknya kamu memerhatikan hal berikut:

Kompatibilitas dengan WordPress Terbaru

Terkadang, ada beberapa plugin yang sudah kadaluarsa. Kadaluarsa dalam arti bahwa plugin tersebut sudah tidak cocok/kompetibel dengan WordPress terbaru.

Kenapa demikian?

Beberapa kode WordPress mungkin ada yang ditambah atau dikurangi. Perubahan kode tersebut tentunya sedikit banyak akan berpengaruh pada plugin-plugin yang ada.

Nah, para penulis plugin harus menyesuaikan kode pada plugin mereka. Sayangnya, tidak semua penulis plugin melakukan penyesuaian …

… Itu alasan kenapa beberapa plugin ada yang tidak cocok/kompetibel dengan WordPress terbaru.

Sebelum install, untuk mengetahui apakah plugin yang akan diinstall cocok/kompetibel dengan WordPress. Kamu bisa melihatnya pada bagian: Requires WordPress Version, Tested up to, dan Last updated.

Penting sebelum install plugin

Sebelum install penting untuk memerhatikan: Requires WordPress Version, Tested up to, dan Last updated

Yang paling penting lihat apakah plugin tersebut kompetibel dengan versi WordPress yang kamu pakai. Selanutnya, semakin lama plugin tersebut tidak di-update, sebaiknya kamu tidak menginstall plugin tersebut.

Tidak Bisa Install Plugin di WordPress

Jika kamu mengalami kesulitan atau gagal install plugin. Ada baiknya kamu menghubungi tim bantuan hosting. Hosting yang kamu beli sudah termasuk service bantuan.

Advaced tips: Masalah yang paling sering terjadi biasanya karena permission yang tidak mengijinkan upload dari luar. Untuk memperbaikinya, kamu perlu merubah permission direktori wp-content dengan mode 775.

Kelemahan Memakai Plugin WordPress

Plugin memang dapat membantu memudahkan pekerjaan blogger. Tetapi perlu diperhatikan, ada beberapa plugin yang berat. Plugin tersebut dapat membuat WordPress menjadi lambat.

Daftar Plugin yang Membuat Lambat

  • Yet Another Related Post
  • WordPress Popular Posts
  • Broken link checker
  • Contact Form 7
  • Google XML Sitemap
  • Woo Commerce

Sebisa mungkin hindari memakai plugin. Semakin banyak plugin yang di-install akan semakin besar pula celah keamanan WordPress.

{ 0 comments… add one }

Leave a Comment