VPS Benchmark: CloudKilat vs DigitalOcean vs RamNode, Mana yang Terbaik?

Sejak migrasi dari shared host Hawkhost dan Hostgator ke VPS (Virtual Private Server), jujur saja saya ketagihan untuk mencoba berbagai VPS. Belum tahu apa itu VPS?

Baca, Apa itu VPS?

VPS, ada juga yang menyebutnya VM, sangat mirip dengan dedicated server. Perbedaannya hanya pada virtualisasi saja. Jika diibaratkan gedung apartment, dedicated server adalah gedung apartment, kamar kost adalah apartment.

Sekarang saya memiliki lima VPS, 2xRamNode, CloudKilat, DigitalOcean, dan UGVPS. Tetapi VPS pertama saya bukan lima tersebut, adalah WSWD yang menjadi VPS pertama saya.

Saya memakai RamNode 512MB SSD OvenVZ DigitalOcean untuk blog ini. Meskipun kelihatannya resource tersebut kecil, tetapi saya hanya hanya menghabiskan tidak lebih dari 300MB untuk blog yang memiliki hmapir 4000 UV per hari ini.

Kali ini saya akan melakukan benchmark untuk VPS budget yang saya miliki, CloudKilat vs DigitalOcean vs RamNode. Untuk yang belum tahu CloudKilat, CloudKilat adalah VPS indonesia yang launching di semester kedua 2013, dikelola oleh PT Infinys System Indonesia.

Benchmark ini juga bisa menjadi acuan jika kamu bingung memilih yang mana.

CloudKilat vs DigitalOcean vs RamNode

Saya akan melakukan benchmark sederhana untuk ketiga VPS ini, pengujian yang saya lakukan adalah bandwidth, disk IO, CPU, RAM, performa/harga.

Nilai yang diberikan bersekala 5 sampai 10, 10 adalah nilai maksimal dan sebaliknya 5.

Perbandingan CloudKilat vs DigitalOcean vs RamNode

NamaRAMDiskCPUBandwidthHarga/bulan
Kilat VM XS1024MB, 1024MB swap20GB1 core, 2GHzUnlimited, 1Gbps IIX, 10Mbps IXRp 185.000,- + 10% PPN
Cloud 1512MB20GB SSD1 core, 2.3GHz1TB, 1Gbps5 USD
512MB SVZ512MB, 512MB swap20GB SSD2 core, 3.3Ghz2TB, 1Gbps7.5 USD

Pengujian Bandwidth

Bandwidth sangat penting untuk sebuah VPS, bagus jeleknya bandwidth akan berpengaruh terhadap website/blog yang kita bangun. Menurut saya bandwidth VPS yang bagus biasanya diatas 100Mbps. CloudKilat

Command yang saya lakukan adalah

wget -O /dev/null http://cachefly.cachefly.net/100mb.test
100%[======================================>] 104,857,600  954K/s   in 2m 33s
2013-07-22 11:24:08 (670 KB/s) - `/dev/null' saved [104857600/104857600]

Untuk koneksi lokal:

wget -O /dev/null http://kambing.ui.ac.id/iso/ubuntu/releases/12.04/ubuntu-12.04-alternate-amd64.iso
100%[======================================>] 729,067,520 60.1M/s   in 20s
2013-07-22 11:44:06 (35.4 MB/s) - `/dev/null' saved [729067520/729067520]

DigitalOcean

Koneksi terdekat DigitalOcean:

wget -O /dev/null http://cachefly.cachefly.net/100mb.test
100%[======================================>] 104,857,600 37.8M/s   in 2.6s
2013-07-24 05:42:38 (37.8 MB/s) - `/dev/null' saved [104857600/104857600]

Koneksi dari Indonesia DigitalOcean:

wget -O /dev/null http://kambing.ui.ac.id/iso/ubuntu/releases/12.04/ubuntu-12.04-alternate-amd64.iso
100%[======================================>] 729,067,520 1.90M/s   in 4m 10s
2013-07-24 05:47:50 (2.79 MB/s) - `/dev/null' saved [729067520/729067520]

RamNode

Koneksi terdekat RamNode:

wget -O /dev/null http://cachefly.cachefly.net/100mb.test
100%[======================================>] 104,857,600 80.8M/s   in 1.2s
2013-07-24 15:50:08 (80.8 MB/s) - `/dev/null' saved [104857600/104857600]

Koneksi dari Indonesia RamNode:

wget -O /dev/null http://kambing.ui.ac.id/iso/ubuntu/releases/12.04/ubuntu-12.04-alternate-amd64.iso
100%[======================================>] 729,067,520 4.02M/s   in 3m 58s
2013-07-24 15:56:40 (2.92 MB/s) - `/dev/null' saved [729067520/729067520]

Pengujian Bandwidth

Pengujian Bandwidth

Pada grafik diatas ditulis dalam MB/s, lebih tinggi lebih baik.

CloudKilat mendapatkan hasil paling tidak memuaskan, meskipun demikian mereka memiliki bandwidth yang besar untuk koneksi lokal (IIX). Hal ini wajar, karena harga bandwidth internasional di Indonesia masih mahal.

Saya kira, CloudKilat sudah memberikan hasil maksimal jika kita ingin membangun website/blog dengan target audience dari Indonesia.

Pengujian CPU

Saya menggunakan sysbench untuk menguji CPU. Command yang saya pakai adalah

sysbench --test=cpu --num-threads=2 --cpu-max-prime=20000 run

Pengujian CPU

Pengujian CPU

Pada grafik di atas ditulis dalam second(s), lebih pendek lebih baik.

Yang mengejutkan dalam pengujian di atas adalah CloudKilat dan DigitalOcean, saya tadinya menebak bahwa DigitalOcean akan mendapatkan hasil yang lebih baik dari CloudKilat. RamNode mendapatkan hasil terbaik, saya kira itu wajar, karena RamNode memiliki 2CPU dan frekuensi yang lebih cepat.

Pengujian RAM

Masih menggunakan sysbench, kali ini command yang saya pakai adalah

sysbench --test=memory --memory-total-size=1G run

Pengujian RAM

Pengujian RAM

Pada grafik di atas ditulis dalam MB/s, lebih tinggi lebih baik.

Tidak ada yang mengejutkan dalam pengujian RAM. Catatan, CloudKilat memakai 1024MB Ram, sedangkan DigitalOcean dan RamNode masing-masing memakai 512RAM.

Pengujian Disk

Saya memakai command

dd bs=1M count=1024 if=/dev/zero of=test conv=fdatasync

Pengujian Disk I/O

Pengujian Disk I/O

Pada grafik di atas ditulis dalam MB/s, lebih tinggi lebih baik.

DigitalOcean membuat kejutan lagi, meskipun mereka mengklaim memakai pure SSD, tetapi kenyataannya kecepatan baca tulis mereka tidak lebih cepat dari SSD cached RamNode. SSD RamNode memiliki kecepatan baca tulis diatas 500MB/s sedangkan SSD cached RamNode dibawahnya.

Selain itu, tidak ada kejutan dari CloudKilat ataupun RamNode. CloudKilat memakai HDD, akibatnya kecepatan baca tulis mereka tidak bisa bersaing dengan DigitalOcean maupun RamNode.

VPS Mana yang Saya Pilih?..

Jika kita berbicara harga, semua VPS ini termasuk yang termurah di pasaran. Meskipun CloudKilat terlihat mahal, tetapi untuk pasar Indonesia CloudKilat merupakan yang termurah.

CloudKilat: Rp 185.000,-
DigitalOcean: 5.00 USD,-
RamNode: 7.50 USD,

Nilai untuk harga:
CloudKilat: 6
DigitalOcean: 9
RamNode: 8

Berbeda dengan CloudKilat yang memakai datacenter IDC (Inonesia), DigitalOcean dan RamNode memakai datacenter USA. DigitalOcean berlokasi di SanFrancisco, sedangkan RamNode di Seattle. Keduanya berlokasi di West Cost yang memiliki latency cukup kecil ke Asia-Pasifik.

Karena kita berbicara VPS untuk target audience Indonesia, maka nilai yang saya berikan:
CloudKilat: 10
DigitalOcean: 8
RamNode: 7

Untuk virtualisasi, CloudKilat memakai Pararells, DigitalOcean memakai KVM, sedangkan RamNode memakai OvenVZ.

Dari Benchmark di atas, kita bisa melihat bahwa RamNode memiliki performa yang sangat bagus. Selain itu perbandingan harga dan performa mereka merupakan yang terbaik.

General dan Performa:
CloudKilat: 8
DigitalOcean: 8
RamNode: 9

Saya merekomendasikan ketiga VPS ini, karena perbandingan harga dan performa yang mereka tawarkan merupakan yang terbaik di pasaran.

DigitalOcean memiliki sistem pembayaran yang berbeda dengan VPS pada umumnya, baca:

Selanjutnya, saya akan menulis tutorial bagaimana membuat VPS terbaik untuk hosting wordpress agar mendapatkan kecepatan maksimal.