Sebenarnya, Apa itu Gutenberg WordPress?

Jika kamu mengikuti berita WordPress beberapa minggu terakhir, kamu pasti sering mendengar Gutenberg.

Ya, setiap saya membaca feed, saya pasti memaca tentang Gutenberg (btw, feed saya memang dipenuhi tentang blogging & WordPress). Gutenberg tidak lain adalah nama yang diberikan untuk editor terbaru di WordPress.

Di komunitas WordPress dan blogger, Gutenberg merupakan salah satu fitur WordPress yang paling diantisipasi tahun ini. Fitur ini sangat besar dan akan mengubah bagaimana kita menulis di platform WordPress.

Nah, Setelah membaca banyak tulisan positif tentan Gutenberg. Saya terus terang penasaran dan langsung mencobanya. Setelah memakai editor ini beberapa jam, saya bisa merasakan sendiri kenapa editor ini begitu spesial.

Saya akhirnya bisa menyimpulkan bahwa:

  • Gutenberg itu keren banget.
  • Gutenberg akan mengubah bagaimana semua orang blogging.

Saya tidak lebay, memang itulah kenyataannya. Dengan gutenberg, mereka yang tidak terlalu paham dengan kode-kode HTML akan bisa membuat desain yang bagus.

Gutenberg saat ini belum berada pada posisi final. Tetapi kita tetap bisa mencobanya menggunakan plugin Gutenberg.

Apa itu Gutenberg?

Coba kamu upgrade WordPress kamu ke versi v4.9.8. Setelah berhasil upgrade, masuk ke menu Dashboard. Kamu akan melihat banner besar seperti gambar di bawah.

Gutenberg banner

Jangan ragu untuk mencobanya. Klik Install Gutenberg. Kamu masih bisa mencoba editor klasik jika dirasa Gutenberg terlalu sulit.

Bagaimana? Menarik bukan?

Gutenberg adalah nama editor baru WordPress. Gutenberg diambil dari seorang tokoh Jerman yang menemukan mesin cetak yang bernama Johannes Gensfleisch zur Laden zum Gutenberg.

Gutenberg dibuat untuk meningkatkan kemudahan pemakaian dari editor klasik, terutama untuk yang baru mengadopsi WordPress.

Jika di editor lama, kita hanya bisa menulis dan menyisipkan gambar. Di editor Gutenberg kita bisa membuat layout, table, slider, cover, dll. Nah setiap layout, table, cover itu kemudian disebut block.

Bayangkan block ini sebagai LEGO. Dengan mekanisme block, batasan desain hanya dibatasi oleh kreativitas kamu saja. Gutenberg bisa membuat apa saja, sekalipun kamu tidak mengerti pengkodean.

Nah berikut ini adalah perbandingan antara editor klasik vs. Gutenberg.

Editor klasik

Editor klasik

Editor Gutenberg

Editor Gutenberg

Terlihat kan perbedaannya. Jika di editor klasik kita hanya bisa melihat dua mode saja, mode HTML dan mode WYSIWYG (What You See is What You Get). Di Editor Gutenberg setiap block memiliki pengaturan sendiri!

Jika kamu penasaran, kamu bisa melihat demo Gutenberg di atas.

Demo Gutenberg

Masih belum yakin dengan Gutenberg?

Saya tahu bagaimana kehawatiran kamu. Memang, perbahan adalah hal yang menakutkan. Begitupun dengan Gutenberg.

Jika kamu masih belum yakin untuk menginstall Gutenberg tetapi tetap ingin mencobanya, kamu bisa pergi ke frontenberg.tomjn.com untuk mencoba editor Gutenberg langsung.

Catatan: Saat ini, hanya sedikit theme WordPress yang mendukung Gutenberg. Salah satu theme yang sudah mendukun Gutenberg adalah atomic blocks theme dan atomic blocks plugin.

Tutorial Gutenberg WordPress

Setelah berhasil install Gutenberg, akan ada pilihan menu Edit dan Classic Editor. Sesuai namanya, pilih Edit untuk mengedit dengan editor Gutenberg.

Pilihan editor pada saat akan membuat post.

Pilihan editor pada saat akan membuat post.

Penting: Gutenberg akan menjadi editor default WordPress v5.0. Jika kamu tidak tertarik dengan editor Gutenberg, install plugin Classic Editor dari sekarang.

(Baca: Cara install plugin WordPress)

Yang perlu kamu perhatikan. Saat menulis dengan Editor Gutenberg, sebenarnya kamu masih bisa menulis dengan mode visual atau code editor.

Dengan kode editor, kamu bisa langsung menyisipkan kode-kode HTML dan javascript secara langsung.

Dengan editor Gutenberg, saat kamu hover area atau block tertentu. Berbagai pilihan untuk edit block akan muncul. Untuk menambahkan block, kamu hanya perlu klik tombol + atau tekan tombol Enter.

Insert Block

Untk menghapus block, caranya hampir sama. Hover ke area block yang akan dihapus. Lalu klik menu di sebelah kanan. Di sana akan ada pilihan hapus.

Cara hapus block

Cara hapus block

Saat ini ada berbagai macam block yang bisa kamu coba dan tidak ada di editor classic. Contohnya seperti block Cover, Table, Tabe of Content, HTML columns, Embed, dll.

Kelemahan Gutenberg

Gutenberg terlihat begitu istimewa. Tetapi perlu diingat, saat ini Gutenberg masih dalam tahap pengujian. Bisa jadi ada beberapa fitur yang memang tidak sempurna dan tidak kompetibel dengan plugin lain.

Berikut adalah beberapa kelemahan Gutenberg:

Mudah bagi Pemula, tetapi…

Gutenberg terlihat sangat intuitif, tetapi bagi saya Gutenberg terlalu visual overrated. Ada beberapa hal yang biasa saya lakukan dengan cepat di Gutenberg jadi terasa lama. Contohnya menulis markup HTML yang harus melewati banyak menu.

…Saya kira, ini bukan masalah saya saja. Saya biasanya menulis dengan markup HTML, tetapi dengan berbagai macam tag komentar untuk block. Menulis menggunakan Gutenberg hanya akan membuang-buang banyak waktu.

Backwards Compatibility

Karena ini meurapakan editor baru, sangat mungkin bahwa plugin yang Kamu pakai sekarang tidak bekerja sama baiknya seperti pada editor classic.

…Contohnya, meskipun sekarang Gutenberg sudah mendukung plugin Yoast SEO. Tetapi bukan berarti Gutenberg mendukung plugin lainnya. Ada banyak plugin yang belum di-test menggunakan Gutenberg.

Ini baru plugin, bagaimana dengan theme yang ada sekarang?

Masa Depan Gutenberg

Editor Gutenberg hanya sebuah awal. Sekarang masih dalam tahap pengujian. Kedepannya, tidak hanya editor, Gutenberg akan diaplikasikan ke semua elemen WordPress.

Bayangkan Gutenberg adalah sebuah block LEGO, sekarang Gutenberg hanyalah:

Gutenberg sekarang

Gutenberg sekarang

Kedepannya Gutenberg adalah project ambisius yang tidak hanya Editor saja, tetapi akan menggantikan pengalaman blogging dan membuat website.

Gutenberg hari esok

Gutenberg hari esok

Ya, kedepannya Gutenberg akan menjadi fitur powerfull WordPress. Tetapi bukan berarti Gutenberg akan begitu saja diterima.

Bagaimana dengan isu backward compatibility? orang-orang yang tidak mau berpindah dari editor classic?

Saat ini WordPress sudah sempurna. Dengan berbagai macam plugin dan theme yang ada, kita bisa membuat apapun dengan WordPress.

Jika project ini sukses, tentu WordPress akan meningkat market-share nya. Bagaimana jika tidak? Mereka yang tidak senang dengan Gutenberg mungkin akan membuat fork, yang bisa jadi akan menjadi rival WordPress Gutenberg.

Kesimpulan

Gutenberg adalah cara baru menulis di WordPress. Dengan Gutenberg, siapapun bisa membuat tulisan apapun.

Tidak bisa membuat tabel? Tidak bisa membuat cover image? tidak bisa membuat kolom? tidak masalah.

Perlu diperhatikan, jika sekarang Gutenberg dalam tahap pengujian. Artinya apa? Artinya, sangat mungkin jika ada plugin atau theme lain yang tidak cocok dengan Gutenberg.

Nantinya, Gutenberg akan menggantikan editor classic di WordPress v5.0. Tidak hanya bekerja sebagai Editor, tetapi jauh kedepan. Project Gutenberg adalah project ambisius yang akan menggantikan semua elemen WordPress dengan block.

Gutenberg hanyalah sebuah awal..

Bagaimana menurut kamu? Apakah project Gutenberg akan sukses? atau sebaliknya?

Referensi:
* https://wordpress.org/gutenberg/
* https://deliciousbrains.com/wordpress-gutenberg/
* https://kinsta.com/blog/gutenberg-wordpress-editor/
* https://www.codeinwp.com/blog/wordpress-gutenberg-guide/
{ 8 comments… add one }
  • Ridha 06/08/2018, 9:00 pm

    Sejak awal 2017 sudah ngikutin si Gutenberg ini. Dari si Matt protes ke Facebook soal React sampai versi WP 4.9.8. Tim WP bilang, paling gak akhir tahun ini Gutenberg sudah masuk ke inti WP. Guntenberg, proyek yang akan memberhangus elementor, Divi, avada, wix, medium, dll. Nulis lagi gak ya… hehehe

    • Nadiar AS 06/08/2018, 11:40 pm

      Lanjut mas.. saya baru mengikuti Gutenberg dua minggu terakhir ini. DAN INI SANGAT MENARIK… (kemana saja saya selama ini).

      Project ini sangat ambisius, saya juga penasaran bagaimana kelanjutan darama Gutenberg vs page builder lain.

      Oh ya, saya tunggu loh tulisannya…

      • Ridha 07/08/2018, 8:38 am

        Gak usah ditunggu. Pembaca blog saya sedikit. Lebih enak nulis tulisan yang paling banyak dicari ketimbang tulisan yang sedikit pembacanya. hahaha

  • Jati 06/08/2018, 10:01 pm

    Gutenberg adalah ambisi Wordpress yang sangat bagus agar user senewbie apapun bisa membuat sebuah website, permasalahannya adalah developer yang terlanjur memiliki drag and drop builder akan mati-matian mengikuti Gutenberg, gimana kabar untuk Thesis mas? kalau saya pakai Divi dan mereka pastikan Gutenberg hanya mengubah sedikit penggunaan.

    • Nadiar AS 06/08/2018, 11:37 pm

      Ya, Gutenberg memang kabar baik. Banyak yang setuju itu. Tetapi, meski tidak sebanyak yang suka, ada juga yang mengkritik Gutenberg.

      Thesis, meskipun arogan. Saya kira mau tidak mau akan adaptasi dengan Gutenberg. Saya sebenarnya tidak terlalu yakin.

  • Crafter Id 08/08/2018, 2:24 pm

    Saya belum coba guttenberg..khawatir masih ada konflik dg yoast seo…nunggu review dan versi yg lebih update

    • Nadiar AS 08/08/2018, 6:28 pm

      Memang, beberpa orang ada yang punya masalah dengan Yoast SEO. Meskipun klaim team core, mereka bilang Gutenberg udah bisa dipake Yoast.

  • Syafiq 04/09/2018, 7:09 am

    Seru mas pake Gutenberg, saya sendiri baru nyoba dua minggu ini dan puas banget rasanya. Awalnya sempet ragu soalnya banyak review negatif, tapi pas dicoba ternyata di luar ekspektasi, skrng enakan ngedit di Gutenberg.

    Cuma memang masih ada banyak hal yang harus diperbaiki soalnya kadang masih ada beberapa problem yg bikin kesel kyk masukin yang kadang2 suka lama di saya. Versi yang baru (3.7.0) juga di saya error, akhirnya rollback pake yg 3.6.2. Cuma di versi ini kadang update postnya suka error, jadi kadang was-wasnya meski nggak ilang sih postingannya.

    Btw setuju sama pernyataan di atas, Gutenberg is a major change in Wordpress, pasti bakalan banyak pro dan kontra, kebayang sih klo ada yng bikin fork bwat WP tanpa Gutenberg, apalagi buat yang masih nyaman sama classic editor. Lagipula saya kira Gutenberg juga nggak nubie-friendly bgt meski nambahin apa2 jadi mudah. Soalnya repot klo buat bikin postingan aja hrs belajar pake editor teks baru dulu, beda sama yang dah biasa pake WP malah jadi enak.

Leave a Comment