≡ Menu

Tentang Pabelog

Ini adalah cerita tentang lika-liku perjalanan panjang lahirnya Pabelog di muka bumi.

Pabelog? nama yang cukup aneh memang. So, sebenarnya apa sih Pabelog itu? dan kenapa saya membaca Pabelog?

Oke.

Pabelog sebelumnya bernama ngeblog.co (2011), ngeblog.co adalah blog yang menceritakan tentang how-to-blog. Blog yang kebanyakan kontennya berisi tutorial blogging, gadget news, hacking blog, dll.

Pabelog is all about blogging for passion and living.

Setelah dua tahun berlalu, saya memutuskan untuk menulis konten yang lebih terfokus dan munculah ide nama Pabelog — Panduan Belajar Ngeblog (2014).

Padahal nyataannya, nama Pabelog sedikit agak maksa. Saya cuma ingin nama yang tersedia untuk domain dot com. hehehe...

Topik utama dari Pabelog berkisah tentang penulisnya yang hidup dari blog yang ia kelola. Pabelog bercerita tentang bagaimana membuat blog yang baik, hacking, SEO, sampai mengambil keuntungan dari blog.

Tujuan Mulia Pabelog

Pabelog memiliki misi menyelamatkan blogger-blogger sebelum negara api menyerang.

Here the things, kamu memiliki ide paling gila tentang sesuatu yang akan merubah dunia menjadi lebih baik. Kendalanya bagaimana cara menyampaikan ide itu? Jawaban paling gampang adalah dengan blog.

Dengan blog kamu bisa menyampaikan ide-ide dan gagasan kamu. Nilai plusnya, kamu bisa dapet duit dari ngeblog. Membuat blog up and running itu gampang, tinggal daftar di blogger.com atau install WordPress dan BOM! jadi.

Tetapi selanjutnya muncul masalah klasik blogger…

  1. Saya bingung harus mulai dari mana…
  2. Blog saya sepi, tulisan saya tidak ada yang baca…
  3. Saya sudah menulis konten yang bagus, tapi tidak ada yang komentar..
  4. Saya sudah lama ngeblog, tapi penghasilan saya segini-gini aja…

Sebelum negara api menyerang, tujuan saya melalui Pabelog adalah membantu umat blogger terlepas dari empat masalah di atas.

Saya nulis udah kayak sales latter aja ya.

Tapi percayalah, saya sudah melalui masa-masa sulit ngeblog. Saya tahu gimana rasanya semua itu, memang capek, pedih, dan hampir putus asa. Tapi sekali melaluinya, rasanya seperti pup yang keluar setelah seminggu tidak keluar-keluar.

Sejarah Pabelog

Disclaimer: bagian ini mungkin nggak penting-penting banget. Jika punya deadline, saran bijak saya, lebih baik lanjutin aja deadline-nya.

Pertama saya ngeblog, saya tidak tahu sama sekali apa itu blog. Saya bikin blog hanya sekedar keren-kerenan saja. “ini loh blog gue”. Padahal jika dibaca kembali, saya sendiri pengen muntah, ilfil tulisan sendiri.

Saya ngeblog dengan modal sedanya, dengan topik yang sangat random, memakai platform blogspot, dan koneksi internet 64 Kbps. Saya tidak tahu kok bisa saat itu saya ngeblog dengan koneksi internet seperti itu.

Jika dibandingkan dengan koneksi internet sekarang, rasa ngeblog dengan internet 64 Kbps seperti pasang tato di kulit, lama dan perih tetapi jadi juga.

Saat itu saya masih SMP kelas 3, sekitar tahun 2008. Perjalanan menuju Pabelog.com masih sekitar lima tahunnan lagi. Nulis seadanya tanpa ada yang membaca, tanpa ada yang komentar, dan tanpa ada pikiran blogging for money.

Satu per satu, munculah pertanyaan-pertanyaan klasik masalah para blogger sejagat yang saya sebutkan tadi.

Semua berubah ketika saya sedikit-sedikit membaca blog SEO. Katanya, untuk mendapatkan pembaca dan komentar, saya harus banyak blog walking, memasang backlink, memaksimalkan SEO on-page, dan bahasa alien lainnya.

Sumpah! Nggak ngerti sama sekali istilah-istilah aneh itu waktu itu. Apalagi ketika disuruh membongkar kode untuk memasang meta-tag SEO.

“APA PULA INI!!!! kode-kode aneh kayak cacing!”

Mendapatkan Komentar Pertama

Akhirnya setelah berusaha sekuat tenaga dan pikiran, menghabiskan waktu berminggu-minggu membaca blog SEO, sedikit demi sedikit saya mengerti istilah-istilah SEO dan blogging.

Singkatnya setelah beberapa bulan, akhirnya saya mendapatkan komentar blog pertama saya. Senangnya bukan main, bahkan saya masih ingat apa isi komentar tersebut.

Ini dia isi komentar tersebut:

“Jual alat pembesar Mr. P, harga murah dan tokcer. Si dia pasti puas, blah blah blah”

Terdengan familiar? Berkesan kan? Kurang lebih isinya seperti itu.

Setelah itu perlahan-lahan saya akhirnya mendapatkan komentar dari pembaca beneran. Rasanya senang bukan main.

Ide Blogging for Money

Saya sama sekali tidak tahu jika blog dapat mendatangkan uang, sampai akhirnya saya membaca sebuah blog awangjivi.com (saya cek, sampai saat ini blog itu masih hidup) tentang pembayaran dari pay per download Ziddu.

Simpel-nya program Ziddu akan membayar kita sebesar 10 USD setlah kita mendapat 10k download. Tergiur dengan bukti pembayaran, saya pun ikut program Ziddu. Saya bersemangat sekali sampai sengaja tidak mengerjakan PR-PR sekolah saat itu.

Hasilnya.

NOL BESAR! jangan kata 10k download, 10 download saja susahnya setengah mati.

Ini percis kayak soal kalkulus, lihat guru ngerjain serasa gampang, tetapi pas kita yang eksekusi ternyata susah.

Dari sana saya berpikir, screen shoot bukti pembayaran tidak seindah nyinyir blogger promosi.

Teteapi saya tidak menyerah sampai sana, saya terus mencoba program-program lainnya, seperti affilasi dan paid-to-review.

Akhirnya Pembayaran Pertama Juga…

Pembayaran pertama saya dari internet, justru bukan dari blog. Tetapi dari hasil review di website orang. Sekitar pertengahan tahun 2009, dulu ada yang namanya program CIAO! from Microsoft. Program itu membayar kita setelah kita melakukan review produk dalam bahasa inggris di website mereka.

Degan keinginan kuat layaknya cowok ngegebet cewek impian, mengandalkan Google Translate, akhirnya saya berhasil me-review beberapa produk. Dan akhirnya sampai pada batas PO minimum 15 USD. Bahaginya bukan main, seperti diterima cw impian itu.

Tetapi…

Bayar lewat apa??

Dari sinilah saya berkenalan dengan PayPal, bank, dll. Meskipun sangat susah membuat akun PayPal, dengan segala macam cara mengandalkan tutorial internet, saya berhasil membuatnya dan berhasil menerima PO CIAO sebesar 15 USD itu.

Namun sayang, program CIAO! tidak bertahan lama, dan saya pun mau tidak mau harus move on!

HYPE Google AdSense

Saat itu, Google AdSense seperti program periklanan yang paling menjanjikan, berbagai bukti pembayaran AdSense bertebaran di internet. Saya termasuk orang yang termakan HYPE itu.

Bukti pembayaran Google AdSense

Gambar di atas adalah bukti pembayaran AdSense paling terkenal seantero bumi pada zamannya, diambil dari shoemoney.com. Karena gambar itu saya semangat sekali belajar bahasa inggris (dulu AdSense tidak mendukung bahasa Indonesia).

Meski sangat susah pada awalnya, dengan blog bahasa inggris yang belopotan, saya berhasil diterima di Google AdSense. Namun sayang, pada akhirnya saya tidak pernah Pay Out dan menyerah.

Cerita Google AdSense ini sangat panjang, saya akan menulis khusus pada postingan.. (bersambung)

Domain Dot Com Pertama

Iya benar, domain dot com pertama saya dibeli dari hasil pemayaran CIAO! yang 15 USD itu. Saat itu kalau tidak salah saya sudah menginjak kelas 2 SMA, sekitar tahun 2009.

Tidak lama kemudian, mengandalkan tutorial internet saya berhasil menyulap domain blogspot menjadi .com.

As usual, I proud to myself as hell. Saking bangganya punya domain .com sendiri, saya pamer ke guru-guru. Saat itu, saya tidak henti-hentinya membanggakan diri dengan bercerita dan promosi ke teman-teman kelas.

Padahal jika saya ada di posisi teman dan guru saya saat itu, saya pasti akan merasa annoyed, “Apaan sih ini anak”.

Sejujurnya, saya gak tahu apa yang saya lakukan. Saya membaca tutorial internet tanpa memahaminya (set and forget). Hanya bermodal sedikit ketekunan dan akhirnya berhasil. Saya tidak paham apa itu DNS, TLD, CNAME, dan istilah domain lainnya.

Iklan Paramex

Akibatnya, saat terjadi masalah domain error, saya tidak bisa apa-apa. Blog tidak bisa di akses. Kepala serasa pusing tidak ada hentinya, percis seperti yang terjadi pada model iklan obat paramex.

Hosting dan WordPress Pertama

Memberanikan diri dan masih dengan bujukan blog awangjivi.com, saya memutuskan untuk move on dari platfrom blogspot ke WordPress self-hosting.

Saya sudah sangat percaya dengan blog awangjivi, dan saran dia untuk hosting adalah Hostgator.

Hostgator adalah hosting pertama saya. Dibeli dengan uang yang saya minta dari orang tua. Saya bilang saja saat itu minta uang untuk bisnis, mau usaha kecil-kecilan. Saya juga memastikan ke orang tua, kalau uang ini bukan untuk ikut MLM.

Karena saat itu kurs dollar masih sekitar Rp 9k, saya beli Hostgator paket pro seharga Rp 1.2jt untuk satu tahun.

Mungkin ya, karena uangnya saya minta dari orang tua. Saya tidak merasa mahal, berasa free money aja gitu.

Masih mengandalkan blog awangjivi, saya berhasil install WordPress di Hostgator. Seperti biasanya, saya belajar mengandalkan internet tentang WordPress. Setelah beberapa bulan saya mulai bisa memakai WordPress dengan fasih dan khatam.

Dimulai dari sini, saya banyak belajar hal teknikal tentang mengelola blog, seperti script PHP, plugin, theme, DNS Zone, dll. Saya sangat bersyukur move on ke WordPress.

Saya mulai install banyak blog WordPress di HostGator. Secara perlahan, mulai dari pertengahan tahun 2010, tepatnya sekitar bulan Agustus saya mulai bisa menghasilkan uang sendiri dari blog.

Saya masih ingat sekali, payout pertama saya dulu murni dari blog adalah hasil dari iklan IdBlogNetwork. Bisa di bilang IBN adalah milestone saya di dunia blogging. Secara, saya saat itu masih SMA dan bisa payout ratusan ribu perbulan mengandalkan blog.

Karena alasan itu pula, saya mengubah impian saya dari seorang dokter untuk menjadi seorang programer.

Lahirnya Pabelog.com

Setelah mendapatkan pembayaran rutin dari PPC. Saya mulai banyak menulis hal-hal tentang “bisnis online” dan membuat banyak blog baru. Dimulai dari sini juga, saya banyak mencoba berbagai jenis penyedia hosting dan jasa-jasa pendukung blog.

Saya masih ingat betul, domain yang saya pakai saat itu BlogDiar.biz. Blog itu sangat random, bercerita tentang persiapan saya SNMPTN sampai review gadget. Pada akhirnya blog itu hanya bisa bertahan dua tahun, 2010-2012.

Tahun 2011, tidak ada hal yan istimewa. Kecuali persiapan saya SNMPTN dan masuk kuliah. So di skip aja kali ya…

Singkat cerita, saya memutuskan untuk memisahkan konten BlogDiar.biz lebih spesifik. Hal-hal yang bersifat pribadi dan curhatan, saya masukan ke blog personal dan sisanya saya mesukan ke domain baru ngeblog.co.

Ngeblog.co pun akhirnya hanya bertahan satu tahun mulai dari 2012 sampai 2013. Saya memutuskan mengganti brand Ngeblog.co ke nama yang lebih unik.

Alasan mengganti nama sangat simpel, selain saya ingin memiliki domain dot com, domain ngeblog.co sangat sulit bersaing untuk keyword “ngeblog” di Google.

Sampai di sini lahirlah domain Pabelog.com

Misi Pabelog adalah menunjukan jalan yang lurus untuk para blogger yang masih tersesat dengan cara berbagai pengalaman yang saya miliki selama blogging. Selain itu, saya juga ingin mendokumentasikan perjalanan saya melakukan aktivitas blogging.

Hiatus Satu Tahun

Pada bangku kuliah, saya banyak belajar tentang pemrograman, jaringan, dan linux. Hal itu sangat membantu saya dalam aktivitas blogging.

Andai saja saya tidak belajar linux, kepala saya mungkin sudah licin mikirin scaling server. Karena waktu itu trafik beberapa blog saya sudah tidak bisa di tampung di shared hosting.

Mulai dari tahun 2014, Pabelog sudah mulai terbengkalai karena tugas-tugas kuliah. Sampai pada puncaknya pertengahan tahun 2015, akhirnya saya menghadapi yang namanya Penelitian Tuga Akhir. Waktu yang akan saya habiskan akan sangat banyak (meskipun kebanyakan bengong).

Dari sana saya memutuskan hiatus blogging. Saya ingin fokus menyelesaikan studi saya.

Alasan sebenarnya padahal saya takut dipecat sebagai anak jika tidak beres studi tahun ini (2016).

Dan akhirnya, tanggal 14 September 2016, secara official saya dinayakan lulus dengan IPK yang lumayan.

Saat itu juga, hal yang saya pikirkan adalah mengakhiri hiatus Pabelog.

***

So, sekarang Pabelog sudah hidup lagi. Ini adalah cerita tentang apa itu Pabelog, bagaimana bisa ada. Jika kamu ingin belajar blogging, setidaknya kamu sudah tepat berada pada blog yang membahas how-to-blog.

Selanjutnya kamu dapat berlangganan RSS feed Pabelog atau melalui Fan Page Pabelog. Kamu juga dapat bergabung di grup Facebook Pabelog untuk mendiskusikan hal-hal tentang blogging bersama teman-teman blogger baru.

Terakhir diperbaharui
26 September 2016

Nadiar AS