≡ Menu

Setelah hiatus blogging, saya bekerja sebagai fulltime front-end enginer. Sebagai front-end enginer dan memulai kembali blogging. Ada satu hal yang mengganjal di pikiran saya. Apakah font yang saya gunakan sudah tepat? …

… Setelah bekerja sebagai front-end enginer, saya belajar banyak bagaimana desain memengaruhi identitas sebuah prodak. Bagaimana hal seperti font bisa memengaruhi identitas yang ingin ditunjukan kepada calon pelanggan.

Karena font yang bagus saja tidak cukup. Font yang bagus dan tepat yang akan membuat suatu produk lebih diingat.

Font yang terlihat bagus saja mungkin akan membuat blog terlihat indah, tetapi tidak cukup sampai mengantarkan terjadinya penjualan. Font yang bagus dan tepat adalah font yang bisa membuat banyak penjualan.

Dalam kasus blogging, calon pengguna bisa digambarkan dengan pembaca blog. Dan penjualan bisa diartikan sebagai konversi klik iklan, klik link afiliasi, tingginya page views, dan/atau rendahnya bounce rate.

Font yang Bagus dan Tepat untuk Blog

Bagaimana saya bisa tahu font yang bagus dan tepat untuk pembaca blog saya?

Well, Jawabannya, jika kamu bukan seorang desainer, TIDAK BISA! maaf tetapi memang itulah kenyataan pahit. Untuk mengetahui pasangan font terbaik kamu harus belajar tentang bagaimana fonttypeface, dan typography.

Tetapi jangan berkecil hati. Setalah kamu membaca tulisan ini, kamu akan dapat  memilih font,t ypeface, dan typography yang terlihat jauh lebih baik untuk blog kamu.

Sepenting Apakah Font Pair?

Font pair atau kombinasi font sangat penting untuk menunjang readability blog kamu. Bayangkan kombinasi font yang buruk tidak saja membuat blog kamu jelek secara estetik, tetapi bisa membuat kehilangan pembaca atau calon pembeli.

Rule of thumb kombinasi font adalah pasangkan font typeset serif dengan serif dan typeset sans-serif dengan sans-serif. Typeface Sans-serif adalah font yang tidak memiliki ekor di ujungnya, sedangkan serif sebaliknya.

Menurut studi dari MIT, Kevin Larson, font yang buruk (termasuk kombinasi yang buruk) dapat memengaruhi emosi pembaca. Dari 20 partisipan, setengah pria dan setengah lagi wanita, dibagi kedalam dua grup dan setiap grup diminta untum membaca artikel yang sama, tetapi dengan layout dan font berbeda.

font bagus vs font buruk

font bagus vs font buruk

Hasilnya? Peneliti menemukan bahwa pembaca yang membaca di desain yang buruk berimplikasi pada suasana hati yang menjadi buruk juga. Artinya kemungkinan untuk terjadinya penjualan menurun.

Golden Ratio Typograpy

Sekarang, secara tidak tidak sadar, kamu sedang membaca tulisan yang memakai golden ratio typograpy.

Sebenarnya apa itu golden ratio typography?

Golden rato typography (GRT) adalah perbandinga terbaik antara ukuran huruf daengan white-space. Untuk tahu terbaik ada perhitungan matematis yang sudah teruji dengan matang. Singkatnya, GRT akam membuat mata pembaca lebih nyaman dan tidak membuat mata lelah.

font-size & line-height

font-size & line-height

Jika kamu belajar CSS, terdapat tiga elemen untuk mengukur GRT, pertama adalah font-size, kedua adalah line-height, dan ketiga adalah width (seberapa lebar konten). Aturannya semakin lebar konten, font-size dan line-height pun harus naik.

Ukuran huruf berbanding lurus dengan lebar konten dan line-height

Ukuran huruf berbanding lurus dengan lebar konten dan line-height.

Gambar dan penjelasan di atas bisa kamu baca lebih detailnya di blog Pearsonified tentang Secret Symphony: The Ultimate Guide to Readable Web Typography.

Beruntungnya, kita tidak usah menghitung secara manual berapa nilai GRT. Pearsonified, pembuat thesis framework, sudah membuat GRT kalkulator.

Trend Sekarang adalah Sans-Serif

Masih ingat tahun 2015 lalu ketika itu Google menganti logo mereka dari typeface serif ke sans-serif? Meskipun perubahan secara visual tidak banyak, tetapi hal ini membuat Google jauh terlihat lebih bersih dan simpel seperti Apple.

Google serif vs sans-serif

Google serif vs sans-serif

Jika kamu perhatikan, brand-brand ternama seperti Microsoft, Facebook, Netflix, dan Apple mereka memakai typeface Sans-Serif. Apakah ini suatu kebetulan? Saya rasa tidak.

Secara psikologi brand dengan typeface sans-serif mengambarkan diri mereka bersih, fleksibel, handal, dan tidak berbelit-belit.

Body font size

Nah, sekarang tidak peduli huruf dab typeset apa yang kamu pilih. Jika ukurannya tidak tepat, tetap saja akan buruk. Ukuran huruf pada blog kamu SANGAT-lah penting!

Body font adalah huruf yang terdapat dalam tag body.

Pada tahun 2005 sampai 2012, hampir semua web memakai ukuran huruf 12. Saat itu sangatlah wajar, karena jenis dan ukuran layar masih relatif masih kecil.

Tetapi tidak untuk sekarang, dimana setiap smartphone memiliki PPI dan resolusi yang besar. Sekarang, ukuran font 16 adalah ukuran baru 12. Ukuran font 12 hanya akan membuat mata pembaca rusak. Lebih buruk lagi, mereka tidak mau membaca konten blog.

Kesimpulan

Jadi, apa font terbaik untuk blogging?

Jawabannya ada pada karakter dan niche apa yang kamu bawakan. Jenis sans-serif menggambarkan bahwa brand kamu simpel, bersih, dan tidak berbelit-belit. Serif menggambarkan formal, klasik, elegan, dan romantis.

Selama kamu bukan desainer, melakukan uji coba font-comaining hanyalah buang-buang waktu. Sebaiknya gunakan template yang sudah ada atau hire desainer.

Beruntungya, kamu masih bisa membuat font blog jadi lebih baik dengan tidak menyepelekan typeface dan golden-rato typography.

Bacaan lanjutan:

  • https://conversionxl.com/blog/the-effects-of-typography-on-user-experience-conversions/
  • https://pearsonified.com/2011/12/golden-ratio-typography.php
  • https://socialtriggers.com/best-font-website/
{ 0 comments }

Katakanlah kamu ingin mengganti root direktori untuk domain utama yang berlokasi di public_html ke public_html/domain.com. Kamu memindahkan isi web dari public_html ke public_html/domain.com

… Masalahnya, ketika kamu mengakses domain.com dari internet, yang kamu dapatkan bukanlah tampilan web. Melainkan struktur direktori seperti FTP.

Yang kamu perlu lakukan hanyalah mengganti isi .httaccess di root direktori dengan:

<IfModule mod_rewrite.c>
RewriteEngine on
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^pabelog.com$ [NC,OR]
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^www.pabelog.com$
RewriteCond %{REQUEST_URI} !^/pabelog.com/
RewriteRule (.*) /pabelog.com/$1 [L]
</IfModule>

CATATAN PENTING:

Ganti domain pabelog.com dengan domain yang kamu kehendaki.

{ 0 comments }

Setiap bulan setidaknya ada 45 USD yang saya habiskan untuk membayar hosting, jika dipikir-pikir setahun saya bisa habis 540 USD! Tentu, hal ini dulu sangat wajar karena saya menghost enam domain dan salah satu domain memiliki trafik yang cukup besar.

Tetapi itu dulu, saat satu web itu bisa mendatangkan 20k pengunjung per harinya. Sekarang? hanya 6k. Saya kira saya sudah harus mulai memikirkan downgrade!

Lesson Learned

Saat lagi rame-ramenya, saya hanya memikirkan hosting yang bisa scale-up dengan bagus/seamless. Ya, saya sudah mencoba dan migrasi banyak hosting sampai cloud hosting sekaligus mulai dari CloudKilat, HawkHost, DigitalOcean, Linode, sampai akhirnya saya menghost di CloudWays cukup lama. Capek memang backup dan restore, tapi bisa dibilang it was really fun!.

Nah, sekarang hal yang saya pikirkan bukan hanya scale-up yang gampang, tetapi juga scale-down! Rugi saya harus membayar resources yang tidak terpakai.

Beberapa Alternatif

Saat ini saya sudah mengantongi beberapa alternatif di kepala. Pertama adalah Qwords, kedua StableHost, dan Ketiga kembali ke HawkHost. Untuk Qwords dan StableHost, saya belum pernah mencoba sama sekali. Untuk itu saya lagi mambaca review-review tentang mereka.

Sekilas tentang Qwords

Kenapa saya mengantongi Qwords, tidak hosting yang lokal yang lain? Yang langsung terpikir di kepala saya adaah pengalaman Qwords yang sudah cukup lama, berdiri sejak 2005. Harusnya dengan pengalaman lebih dari 10 tahun, bisa menjadikan mereka salah satu yang terbaik secara umum, dan khususnya untuk urusan scale-up/down. Selain itu juga pertimbangan harga, yang tidak terlalu murah dan terlalu mahal.

* Hati-hati dengan harga yang tidak wajar, karena harga yang sangat murah sangat mungkin menjadikan hosting tersebut oversell.

Sekilas tentang StableHost

Berangkat dari hosting forum, rekomendasi hosting yang paling banyak dengan pertimbangan rasio performa:harga selain HawkHost adalah StableHost. Selain itu juga saya mendapat feedback langsung bahwa mereka siap membatu saya migrasi dan jika dibutuhkan scale-up/down dengan gampang.

Sekilas tentang HawkHost

Saya sangat tahu HawkHost, saya sudah memakainya tiga tahun lebih! apakah puas? tentu!

Terus, kenapa masih memikirkan alternatif lain jika puas? Jawaban saya adalah jenuh! saya ingin mencari opsi lain. Tentunya jika salah satu dari kedua hosting di atas membuat saya tidak puas saya akan kembalikan ke HawkHost.

**

Jika teman-teman blogger lain punya pengalaman/feedback yang bisa dibagikan terkait masalah saya di atas, jangan ragu untuk berkomentar! Saya sangat menghargai setiap komentar kalian.

{ 0 comments }
AdPop

Hari senin kemarin saya mendapat email penawaran dari Eka Kozhina, beliau adalah regional manager jaringan periklanan AdPop di Indonesia. Eka menawarkan kepada saya bahwa salah satu web yang saya kelola menurutnya sangat cocok dengan AdPop. Website ini tidak lain berisi tentang konten-konten dummy.

Nah, AdPop adalah jaringan periklanan dengan jenis pop-under, iklan yang biasanya muncul ketika user melakukan suatu event (biasanya klik dan scroll). Saya sebenarnya sangat tidak suka dengan iklan jenis ini, pengalaman saya iklan ini menurunkan pengalaman pembaca, imbasnya bounce rate naik.

Spesial untuk kali ini saya akan mencobanya sampai payout. Jika payoutnya bisa mengalahkan AdNow dan AdSense saya akan mempertimbangkan untuk memasang AdPop. [click to continue…]

{ 0 comments }

Saya tidak pernah menyangka sudah mendapatkan komsi lebih dari Rp. 120 Juta dari AdNow. Nilai pastinya adalah USD 10768.84.

Hal pertama yang pasti akan ditanyakan teman-teman blogger adalah, berapa lama saya bisa dapat segitu?

Menurut catatan saya, pertama kali saya bergabung dengan AdNow adalah akhir bulan Desember 2015. Pembayaran pertama adalah USD 110.45. Saya tuliskan di blog personal saya. Artinya, jika sekarang adalah awal bulan 2017, berati saya sudah bergabung dengan AdNow selama 13 bulan.

Nah, pada tulisan kali ini, saya akan bercerita tentang kisah saya bagaimana awal mula bergabung dengan AdNow, isu-isu pahit tentang mereka, dan baaimana saya bisa mendapatkan penghasilah sebesar itu. [click to continue…]

{ 0 comments }

Alasan kenapa webmaster harus mempertimbangkan https dibandingkan http adalah keamanan dan kecepatan. Keamanan karena data yang dikirim dan diterima akan dienkripsi terlebih dahulu, kecepatan karena spesifikasi HTTP/2 hanya berlaku untuk protokol https saja.

Jika web yang kamu kunjungi masih menggunakan http, artinya mereka masih menggunakan spesifikasi HTTP/1.1 yang dikenalkan tahun 1999.

Kenapa sih HTTP/1.1 perlu segera di-update?

Ketika tahun 1999, internet tidak seperti sekarang. Dulu website masih sederhana dan hanya memiliki beberapa request saja. Sekarang, website sudah jauh lebih kompleks dan memiliki banyak request. HTTP/1.1 tidak didesain untuk website modern. Akhirnya performa HTTP/1.1 untuk web modern terus menurun.

Kabar baiknya, instalasi penerus HTTP/1.1 yaitu HTTP/2 ternyata tidak begitu sulit. Siapa saja yang pernah install WordPress sendiri pastikan bisa. Saya akan tunjukan pada tulisan ini. [click to continue…]

{ 1 comment }

Judul pada sebuah tulisan sangat penting, karena judul yang menarik, orang akan terdorong untuk membaca tulisannya.

Judul yang menarik akan menjual tulisan sang penulis, tidak peduli medianya apa saja, bisa mesin pencari, media sosial, atau media offline sekalipun seperti koran.

Kecenderungan orang membaca judul sangat besar, menurut QuickSprout 8 dari 10 orang tertarik membaca headline judul dan hanya 2 orang saja yang akan membaca seluruh tulisannya. So, untuk membuat 6 orang sisanya tertarik membaca, maka perlu judul yang menjual.

Itu sebabnya, kenapa kemampuan menulis judul sangat vital, judul haruslah persuasif agar mendorong 8 orang tadi tertarik membaca seluruh tulisannya.

Nah, tidak mengejutkan jika kemampuan menulis judul ini sangat mahal. Di media sosial, fenomena judul yang persuasif ini banyak digunakan untuk membuat konten menjadi viral atau bahkan digunakan untuk kepentingan politik.

Ok, setelah kita tahu bagaimana pentingnya sebuah judul. Kabar baiknya pada tulisan pertama ini, saya akan membahas segamblang mungkin bagaimana judul begitu sangat vital dan bagaimana kita membuat judul yang menarik banyak pengunjung. [click to continue…]

{ 1 comment }